Wujudkan Persahabatan yang Abadi dengan Pondasi Takwa

Ilustrasi Alam Semesta/Istock

Harmantajang.com – Dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”. (QS. Az-Zukhruf: 67).

Inilah pentingnnya memperbanyak teman-teman yang seaqidah saling mempererat ukhuwah diantara kita dan saling mengingatkan diantara kita, kata Ali bin Abi Thalib mengomentari ayat ini:

Ada 2 orang yang beriman ketika dulu hidup didunia bersaudara, saling menasehati dalam kebaikan, salah satu dari keduanya meninggal dunia, ketika dia meninggal didalam kuburnya dia mendapatkan sebagian kenikmatan surga yang disiapkan oleh Allah Subhanahu wata’ala untuknya, ketika dia merasakan kenikmatan didalam kuburnya dan dijadikan taman dari taman-taman surga ia kemudian berkata:

Baca Juga: Bukan Hidup Miskin dan Papah, Jauh dari Allah itulah yang Menjadi Aib Seorang Hamba

”Ya Rabb, jangan engkau sesatkan teman saya yang masih hidup didunia sebelum ia merasakan seperti apa yang saya rasakan“, sampai di alam barsakh kita dipersaudarakan oleh Allah Subhanahu wata’ala sebaliknya orang kafir, orang mujrim, ahlu maksiat mereka berteman kemana mereka pergi mereka bersama-sama melakukan maksiat.

Mereka saling memotivasi untuk melakukan dosa ketika salah satu diantara mereka yang meninggal, dia disiksa dialam kubur kemudian dia berkata:

Ya Rabb, jangan engkau berikan hidayah dan petunjuk kepada dia sampai dia merasakan seperti apa yang saya rasakan”, oleh karenanya Al Hasan Al Basri Rahimahullah mengatakan:”Perbanyaklah saudara – saudara kalian dari orang – orang yang beriman karena kalian akan saling memberi syafaat nanti dihari kemudian”. 

Kita saling mencari antara yang satu dengan yang lain sebagaimana yang Allah Subhanahu wata’ala sebutkan didalam Al-Qur’an ketika ada orang yang beriman masuk surga dia mencari – cari saudaranya yang dulu didunia yang mungkin singgah di neraka atau ada urusan yang lain atau ia berada disurga yang paling rendah, ia kemudian berkata:

Baca Juga: Bacaan Imam Masjid Tidak Sesuai Hukum Ilmu Tajwid, Sebaiknya Salat di Rumah Saja? (Q & A Part 22)

”Ya Raab, saya tidak akan menikmati kenikmatan yang engkau berikan kepadaku didalam surga ini sebelum dikumpulkan bersama dengan saudaraku tersebut, Allah kemudian memerintahkan malaikat untuk mencari saudaranya tersebut dan ternyata didapatkan didalam neraka.

Dia kemudian diangkat dan dibersihkan, ketika dia diangkat dari neraka orang-orang kafir kemudian berteriak mereka berkata:”Wahai fulan mengapa engkau bisa dikeluarkan dari neraka sedangkan kami tidak“. ia berkata:”Saya punya teman di dalam surga yang mengundang saya untuk masuk didalam surga”.

Mereka kemudian orang kafir berkata:”Aduhai, lalu bagaimana dengan kami mengapa tidak ada yang mampu memberikan syafaat kepada kami, mengapa tidak ada yang mampu memberikan pertolongan kepada kami dan inilah makna perkataan Imam Syafii Rahimahullah:

Saya cinta orang-orang sholeh walaupun saya tidak termasuk golongan mereka dan semoga dengan kecintaan ini saya dikumpulkan dengan mereka dihari kemudian“.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here