Harmantajang.com – Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaul husna itu dan jauhilah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raaf: 180).
Baca Juga: Wujudkan Persahabatan yang Abadi dengan Pondasi Takwa
Cara bertawassul dengan nama Allah ketika berdoa adalah disesuaikan atau dicocokkan permintaan kita dengan nama-nama Allah Subhanahu wata’ala. Misalnya kita meminta rezeki kepada Allah maka kita cari nama Allah yang sesuai atau cocok dengan namanya tersebut dengan apa yang kita minta.
Jika kita minta ilmu maka kita berdoa:”Ya ‘Alim, Ya Fattah, Ya Rahman, Ya Rahim ‘Allimni, Fahhimni”, termasuk makna sabbih adalah mengagungkan, Jika kita melihat sesuatu yang agung tidak mengapa kita mengucapkan “Subhanallah”.
Begitupula ketika melihat sesuatu yang aneh, ketika salah seorang sahabat yang bernama Abu Hurairah disuatu hari beliau berada disuatu jalan, tiba-tiba dari kejahuan ia melihat Rasulullah, Abu Hurairah langsung sembunyi tidak mau bertemu dengan Nabi”, ketika bertemu dengan Rasulullah pada suatu hari, Rasulullah bersabda:
”Ya Abu Hurairah mengapa engkau sembunyi”, Abu Hurairah berkata:”Ya Rasulullah waktu itu saya tidak bertemu dengan anda karena saya dalam keadaan junub”, Abu Hurairah sangat berikthiram kepada Nabi sehingga beliau tidak mau berjumpa dengan Nabi dalam keadaan junub.
Baca Juga: Bukan Hidup Miskin dan Papah, Jauh dari Allah itulah yang Menjadi Aib Seorang Hamba
Rasulullah berkata:”Subhanallah, Ya Abu Hurairah seorang muslim itu bukan najis”, jadi Nabi meluruskan dari apa yang dipahami oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, jadi orang junub dia tidak dalam keadaan suci tetapi tidak mengapa dia bersentuhan atau bersalaman dengan orang lain sama halnya dengan orang yang haid.
Allah Subhanahu wata’ala menceritakan peristiwa yang agung didalam Al-Qur’an yaitu ketika beliau diperjalankan dari masjidil haram ke masjidil aqsa kemudian diangkat ke langit yang ke tujuh Allah menyebutkan kisahnya didalam surah Al Isra awal dari surah tersebut adalah Subhanalladzi, Allah sendiri memuji dirinya dalam surah tersebut.