3 Nama dan Keutamaan Masjid

0
384
Ilustrasi seorang didalam masjid/istock

Harmantajang.com- Masjid memiliki keutamaan disisi Allah Subhanahu wata’ala. Sehingga ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam hijrah ke madinah yang pertama kali beliau lakukan bukanlah membangun rumah, akan tetapi beliau membangun masjid.

Bersamaan dengan itu, masjid memiliki beberapa nama dan setiap nama memiliki kemuliaan dan keutamaannya:

1. As Sujud

Masjid dari kata As sujud yang merupakan perbuatan dan amalan yang barangsiapa seorang hamba melakukannya maka ia sangat dekat dengan tuhannya, oleh karenanya ruku dan sujud tidak boleh dipersembahkan kecuali hanya kepada Allah. Dari Abu Hurairah, beliau berkata :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-nya adalah dalam keadaan dia sujud, maka perbanyaklah doa“. (HR. Muslim).

Tidaklah seorang hamba sujud dengan satu sujud kepada Allah melainkan derajatnya akan diangkat disisi Allah Subhanahu wata’ala.

2. Mushallah

Dari kata As Shalah dan As Shalah merupakan salah satu dari rukun islam yang paling agung  setelah mengikrarkan 2 kalimat Syahadat, As Shalah mengandung arti ad doa dan As Shilah (penghubung antara seorang hamba dengan tuhannya).

Oleh karennya dalam hadist disebutkan  bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ada masalah yang sulit beliau hadapi beliau segera menunaikan sholat, meminta pertolongan dari Allah. Allah berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (QS. Al-Baqarah: 45-46).

3. Jami’

Disebut jami karena mengumpulkan kaum muslimin didalamnya. Kita berjumpa 5 kali sehari semalam, kita saling mengontrol, saling mencari, saling menanyakan kabar antara yang satu dengan yang lain.

Beginilah cara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam membangun ukhuwah dizamannya lewat masjid yang ia bangun.

Dimasjid pula Rasulullah mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum anshar, dan dimasjid kita menundukkan diri dan menghambakan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala, tidak ada perbedaan antara orang  kaya dan orang miskin.

Walaupun seseorang kaya, pangkat tinggi, jabatan tinggi namun jika terlambat masuk masjid maka ia berada dishaf yang belakang. Akan tetapi walaupun dia adalah orang yang miskin, tidak terkenal, hidup serba sederhana namun jika datang dengan cepat maka ia berhak dishaf terdepan.

Seperti diketahui, tidak ada perbedaan antara yang satu dengan yang lain dihadapan Allah Subhanahu wata’ala kecuali ketakwaan. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al Hujurat: 13).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here