Diantara Tanda-tanda kebesaran-Nya, Allah Mempertakuti Hamba-Nya (Tafsir QS. Al-Qiyamah ayat 5-8)

0
326
Ilustrasi Gerhana Bulan/Istock

Harmantajang.com – Apabila tanda-tanda kekuasaan nampak kepada mereka, justru mereka dengan sombong mengingkari dan terus bermaksiat kepada Allah, Allah berfirman:

بَلْ يُرِيدُ الْإِنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ

“Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus”. (QS. Al-Qiyamah: 5).

يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ , فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ

“Ia berkata: “Bilakah hari kiamat itu?, Maka apabila mata terbelalak (ketakutan)”. (QS. Al-Qiyamah: 6-7).

Orang-orang kafir mereka mengingkari akan datangnya hari kiamat nanti dihari kemudian mereka akan dikagetkan dengan adanya hari kiamat setelah mereka dibangkitkan dari kubur-kubur mereka.

Baca Juga: Ramadhan Bulan Kebaikan, Berikan Apapun yang Kamu Mampu

Ketika datang hari kiamat mereka melihatnya kemudian bulan dihilangkan cahayanya, sebagaimana firman Allah:

وَخَسَفَ الْقَمَرُ

“dan apabila bulan telah hilang cahayanya”. (QS. Al-Qiyamah: 8).

Diantara tanda hari kiamat nanti adalah cahaya bulan dihilangkan, makanya mengapa ketika terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan kita diperintahkan untuk sholat karena ini diantara tanda-tanda dari kebesaran Allah yang dengannya Allah mempertakuti hamba-Nya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

“Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti”. (QS. Al Israa: 59).

Oleh karenanya ketika terjadi gerhana matahari dan gerhana bulan kita melaksanakan sholat khusus (sholat gerhana) sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi dan terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan tidak ada hubungannya dengan kehidupan dan kematian seseorang.

Baca Juga: Menumbuhkan Rasa Peduli dan Empati dalam Bulan Suci Ramadhan

Hal ini disampaikan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam karena kematian putra beliau Ibrahim bertempatan dengan terjadinya gerhana matahari sehingga sebagian ada yang mengira bahwasanya terjadi gerhana karena meninggalnya putra Rasulullah,

Nabi kemudian dalam khutbahnya mengatakan:”Sesunggguhnya matahari dan bulan 2 dari tanda-tanda kebesaran Allah tidaklah terjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kehidupan seseorang dan jika kalian melihatnya segeralah mengerjakan sholat“.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here