Menciptakan dan Menyempurnakan, Tadabbur Surah Al A’la Ayat 2 dan 3

0
529
Ilustrasi alam semesta/unsplash

Harmantajang.com – Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

(2الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى

“Yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya)”. (QS. Al-A’la : 2).

Dialah Allah Subhanahu wata’ala yang mengadakan, Dialah pula yang menciptakan dan membentuk dengan sebaik-baik bentuk.

Allah Subhanahu wata’ala pula menciptakan sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

”Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. Hasyr: 23).

Allah Subhanahu wata’ala yang mengadakan manusia dari sesuatu yang belum ada kemudian membentuknya lalu meniupkan ruh ke dalam jasadnya maka jadilah manusia.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ  

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain. Maka Maha Suci Allah Pencipta Yang Paling Baik”. (QS. Al-Muminun: 14).

Jadi disini Allah menjelaskan tentang urutan proses penciptaan manusia dan memperindah ciptaan-Nya serta Tidak ada ketimpangan dalam penciptaan seluruh alam semesta.

Allah Subhanahu wata’ala, berfirman:

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (QS. Adz Dzariyat: 59).

Allah menciptakan makhlukn-Nya berpasang-pasangan seperti langit berpasangan dengan bumi, lelaki berpasangan dengan perempuan, siang dengan malam, hitam dengan putih, kanan dengan kiri.

وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ

“Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk”.(QS. Al-‘A’la : 03).

Dialah Allah yang menghitung,  mentakdiri dan menimbang semua penciptaan-Nya. Sehingga menjadi sempurna, yang menciptakan segala sesuatunya dan dihitung dengan perhitungan yang pas, hujan yang turun dimuka bumi ini sudah diukur oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ

“Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya”. (QS. Al-Mu’minun: 18).

Mungkin ada yang bertanya mengapa selalu banjir?

Jawab: ”Ini bukan masalah hujan yang turun dari langit tetapi disebabkan kesalahan manusia karena tidak mengelolah alam dengan baik, sampah berserakan dimana-mana sehingga selokan penuh dengan sampah, maka dari itu jangan buang sampah pada sembarang tempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here