Mengkhususkan Berkata Baik Kepada 3 Golongan

0
128
Ilustrasi diam/Syahida.com
Ilustrasi diam/Syahida.com

Harmantajang.com – Pada umumnya seseorang dianjurkan berkata baik dalam keadaan apapun dan kepada siapapun.

Namun, Syeikh Umar Al Muqbil Hafidzahullah mengatakan didalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wata’ala mengkhususkan perintah untuk mengutamakan perkataan baik kepada mereka diantaranya:

1. Berkata baik kepada kedua orang tua

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturrahim (kekerabatan).” (HR. Ahmad).

Salah satu cara berbakti kepada orang tua ialah selalu berkata baik kepadanya. Sebab merekalah yang merawat dan mendidik kita dari kecil hingga dewasa.

2. Berkata baik kepada peminta-minta, anak yatim dan fakir miskin 

Allah Subhahanu wata’ala berfirman:

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ

“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” (QS. Al-Baqarah: 83).

Jika tidak mampu memberi sesuatu kepada fakir miskin jangan membentak dan menghardiknya. 

Terkadang kita curiga kepada peminta-minta, namun hendaklah memberi nasehat yang baik kepadanya atau mendoakan kebaikan untuknya.

3. Berkata baik kepada Orang Jahil yang berkata buruk atau berbuat buruk kepada kita

Allah Subhahanu wata’ala berfirman:

ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُۥ عَدَٰوَةٌ كَأَنَّهُۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌ

“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia” (QS. Fushilat: 34). 

Dalam ayat lain, Allah Subhahanu wata’ala  juga berfirman:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS. Asy-Syura: 40).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here