3 Syarat Bertaubat dari Dosa kepada Allah Subhanahu Wata’ala

0
565
Seorang sedang berdoa/Istock

Harmantajang.com – Jika dosa yang dilakukan oleh seorang hamba yang berkaitan dengan Allah Subhanahu wata’ala dan tidak bergantung dengan hak-hak manusia atau orang lain maka syaratnya ada 3.

Pertama, tingalkan maksiat itu segera jangan ditunda-tunda. Pada dasarnya tidak ada manusia yang mengetahui kapan ajal mendatanginya. Olehnya, taubat itu harus disegerakan.

Kedua, menyesali dosa yang ia kerjakan. Salah satu ciri-ciri seorang diberikan hidayah ialah saat dia benar-benar menyesali dan merenungi dosa yang telah dilakukan.

Ketiga, ia bertekad untuk tidak kembali pada dosa tersebut setelah ia bertaubat. Seperti diketahui, dalam hidup ini manusia akan selalu mendapatkan godaan dari syaitan untuk berbuat dosa.

Sehingga perlu memiliki tekad dan komitmen dalam meninggalkan perbuatan yang dilarang-Nya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

“Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar”. (QS. An Nisaa: 146).

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke tenggorokan.” (HR. At-Tirmizi no. 1531 dan Ibnu Majah no. 3407)

Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَ

“Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata: “Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah”. (QS. Al Mu’minun: 84).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here