Jangan Lalai, Kehidupan Dunia Ibarat Musafir yang Bernaung

0
930
Ilustrasi suatu perjalanan/istock

Harmantajang.com – Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ [وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْرِ] وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata:“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memegang kedua pundakku, lalu bersabda:”Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir.  Dan Ibnu Umar berkata “Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu” (HR. Al-Bukhari).

Hadist diatas menunjukkan ketawaduan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam yang mana beliau tahu bahwanAbdullah Ibnu Umar dan Abdullah ibn Mas’ud termasuk sahabat yang umurnya masih muda namun beliau memberikan nasihat.

Nabi memberikan nasehat kepada kita semua agar sifat kita di dunia ini seakan-akan adalah orang yang asing.

Ketika pergi ke suatu tempat, misalkan keluar daerah apakah kemudian didaerah itu kita berniat untuk membangun rumah atau berfikir untuk memiliki usaha, investasi dan seterusnya.

Adapun orang yang asing, tidak sampai berfikir seperti itu karena dia akan kembali kekampung halamannya. Mungkin bekal yang ia bawa hanya untuk sekedar berapa lama ia tinggal ditempat itu.

Inilah kemudian yang diperintahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam agar kita menyikapi dunia yang fana ini dengan menjadi orang yang asing atau menjadi orang yang sekedar lewat saja.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا لِى وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Apa urusanku dengan dunia?! Tidaklah aku di dunia ini kecuali hanyalah seperti musafir  yang bernaung di bawah pohon lalu pergi meninggalkannya”. (H.R. At-Tirmidzi).

Inilah perumpamaan yang telah disebutkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk kemudian memerintahkan kita agar zuhud terhadap kehidupan dunia dan tidak diperbudak oleh dunia .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here