Kelak Tulang-belulang Manusia kembali Dikumpulkan (Tafsir dan Tadabbur QS. Al-Qiyamah: 03)

0
279
Ilustrasi langit/Unsplash

Harmantajang.com – Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

أَيَحْسَبُ الْإِنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ , بَلَىٰ قَادِرِينَ عَلَىٰ أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ

“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?”. (QS. Al-Qiyamah: 03).

Orang kafir yang bernama Al Ash ibn Wail di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ia mengumpulkan tulang belulang yang sudah hancur berantakan lalu dia bawa dan lemparkan dihadapan Nabi sambil berkata:

“Ya Rasulullah engkau menyampaikan kepada kami bahwasanya tuhanmu akan kembali menghidupkan orang yang telah mati, siapa gerangan yang bisa menghidupkan kembali tulang belulang yang telah berserakan ini”.

Nabi kemudian menjawab:“Allah akan mematikanmu, membangkitkanmu dan memasukkanmu ke dalam neraka, kemudian turunlah firman Allah:

Baca Juga: Sering Berbuat Baik tapi Tidak Bermanfaat Baginya, Kenapa Bisa?

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ , قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

“Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?, Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk”. (QS. Yasin: 78-79).

Secara logis Allah lebih mudah untuk menciptakan atau membangkitkan atau mengadakan sesuatu yang sudah pernah ada ketimbang menciptakan seuatu yang belum pernah ada.

Manusia belum pernah ada sebelumnya kemudian diciptakan oleh Allah setelah itu meninggal, sisa-sisa kita masih ada dikubur sebagaimana dalam hadist yang yang dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Baca Juga: Jangan Serba ‘Instan’, Kebahagiaan Akhirat Membutuhkan Kesabaran

مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُوْنَ ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً . فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ لَيْسَ مِنَ الإِنْسَانِ شَىْءٌ إِلاَّ يَبْلَى إِلاَّ عَظْمًا وَاحِدًا وَهْوَ عَجْبُ الذَّنَبِ ، وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Jarak antar dua tiupan Sangsakala itu empat puluh. Kemudian Allah menurunkan hujan dari langit, lalu mereka tumbuh seperti tumbuhnya sayuran. Semua bagian manusia akan hancur kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor. Dari tulang ekor itulah manusia diciptakan pada hari Kiamat”. (HR. Bukhari 4554 dan Muslim 5253).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here