Lelah dalam Ketaatan Lebih Baik Ketimbang Semangat dalam Kemaksiatan

0
270
Ilustrasi seorang sedang berdzikir/Unsplash

Harmantajang.com – Jika berbicara dengan kelayakan yang diterima dari amalan yang dikerjakan maka kita tidak pantas lagi makan rezekinya Allah. Tidak pantas untuk hidup dibuminya Allah, tidak lagi pantas untuk mendapatkan kemurahan dari Allah tetapi Allah Subhanahu wata’ala maha luas rahmatnya.

Begitu banyak amalan yang Allah perintahkan kepada hambanya karena Allah tahu manusia memiliki sifat cepat bosan. Siapa yang bosannya itu diatas sunnah maka dia telah mendapatkan petunjuk dan yang berada diatas selain jalan itu maka dia telah tersesat.

Terkadang kita lagi semangat-semangatnya melaksanakan sholat itu kemudian tiba-tiba futur lemah semangatnya sehingga semangatnya hanya bisa minimal tidak meninggalkan yang wajib ditambah dengan ibadah muakkadah .

Baca Juga: Adab Memperlakukan Para Tawanan dalam Jihad

Allah Subhanahu wata’ala tahu bahwasanya hamba-hambanya itu terkadang bosan maka Allah menjadikan ibadah itu bemacam-macam dan berbeda-beda. Allah Subhanahu wata’ala. berfirman:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”. (QS. Al-Isyirah: 07).

Nabi dalam perjalanan isra dan mi’raj yang awalnya disyariatkan 50 kali sholat sehari semalam jika perintah ini langsung diterima oleh Nabi maka bagaimana kondisi dan keadaan ummatnya. Olehnya, saat sholat dan setelah sholat kita dzikir yang merupakan ibadah yang lain diikuti dengan bertasbih sambil menghitungnya keluar dari masjid.

Selain itu, membaca doa merupakan ibadah, masuk masjid mendahulukan kaki kanan merupakan ibadah, berjumpa dengan saudara kita kemudian memberikan salam itu ibadah, bermuka manis kepadanya itu adalah ibadah.

Baca Juga: Bolehkah Menjamak Shalat ketika Banyak Pekerjaan? (Q & A Seputar Islam Part 8)

Jadi kita berpindah dari suatu ibadah kepada ibadah yang lain dan semuanya disiapkan pahala disisi Allah Subhanahu wata’ala.  Apapun yang dilakukan Allah maha tahu dan Allah tidak akan menyia-nyiakannya dan menyimpannya dengan rapi dan dilipatgandakan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here