Salah Satu Bentuk Rahmat Allah ialah tidak Dihisabnya Bisikan Jiwa Seseorang

0
292
Ilustrasi Masjid/Istock

Harmantajang.com – Bisikan jiwa dimaafkan oleh Allah Subhanahu wata’ala karena bisikan jiwa terkadang sulit dikendalikan bahkan sampai kita tidak sadar.

 وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang”. (QS. Yusuf: 53).

Bisikan jiwa yang tidak dihisab merupakan rahmat dari Allah karena dulu sempat disampaikan kepada nabi bahwasanya semua yang kita kerjakan dihisab baik yang nampak maupun yang tersembunyi.

Baca Juga: Tinggal Sendirian dan Khawatir tidak Bangun Sahur, Apa Solusinya?

Sampai para sahabat merasa berat, mungkin ada yang bertanya apa dalilnya, dalilnya hampir setiap hari kita baca dalam surah Al-Baqarah:

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al-Baqarah: 284-286).

Andaikan ini turun maka tidak ada yang selamat, para sahabat ketika ada ayat yang turun mereka merasa bahwasanya Allah yang berbicara kepada mereka olehnya jika ada perintah mereka kerjakan.

Baca Juga: Manusia Bertanya Tentang Bumi, Mengapa Begini? (Tafsir dan Tadabbur Surah Az-Zalzalah Ayat 3)

Jika ada larangan mereka tinggalkan, ketika disebutkan tentang surga mereka berdoa untuk mendapatkannya, ketika disebutkan tentang neraka mereka berlindung darinya, jika disebutkan sifat dan ciri orang munafik mereka merasa takut dan khawatir jangan sampai mereka termasuk didalamnya

Adapun kita ketika disebutkan orang munafik langsung kita berkata:“Itu bukan saya”, inilah tadabbur para sahabat yang luar biasa makanya mereka membaca Al-Qur’an bukan sekedar bacaan, bukan sekedar hafalan, bukan sekedar ditartilkan begitu saja tetapi mereka mendatabburinya karena mau mengamalkan Al-Qur’an.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here