Sering Ditimpa Musibah, Pahami Jenis-jenis Kesabaran Ini

0
441
Ilustrasi seorang merenung dan bersabar/Muslim Terkini

Harmantajang.com – Dalam menjalani kehidupannya, manusia akan selalu diuji oleh Allah Subhanahu wata’ala dan setiap ujian itu harus dihadapi dengan kesabaran.

Sebab dalam kesabaran itu, seseorang akan diberikan ganjaran pahala yang tidak ada akhirnya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala:

نَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az-Zumar : 10).

Adapun jenis-jenis bersabar tebagi menjadi 3 yaitu:

1. Bersabar diatas ketaatan

Bersabar dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala seperti sholat dan amalan ibadah yang lainnya dalam rangka meningkatkan ketakwaan disisi Allah Subhanahu wata’ala.

Seorang Syaikh pernah ditanya tentang bagaimana cara terbaik agar kita selalu berada diatas keta’atan dan menjauhi kemaksiatan dan dosa, beliau mengatakan:

”Ketika datang rasa malas untuk melakukan keta’atan, katakan kepada diri kita rasa capek yang didapatkan ketika melakukan keta’atan akan segera hilang dan tinggallah pahalanya disisi Allah Subhanahu wata’ala”.

“Begitu pula ketika jiwa dan hawa nafsu ketika datang syaitan yang menggoda untuk melakukan perbuatan maksiat, katakan kepada diri kita kelezatan dan kenikmatan maksiat akan hilang dan akan tetap dituliskan dosa-dosanya”.

2. Bersabar menjauhi maksiat

Syaikh abdul aziz bin baz Rahimahullah pernah ditanya tentang hadits larangan berjalan dengan memakai satu sendal sebagaimana hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ لِيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا

“Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan hanya memakai satu sandal. Pakailah keduanya (sepasang) atau jangan memakai sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 5408 dan Muslim no.2097).

Syaikh kemudian mengatakan dzahir dari hadist ini adalah menunjukkan larangan seseorang berjalan dengan menggunakan satu sandal haram hukumnya kata beliau.

Kemudian orang tersebut bertanya lagi wahai syaikh terkadang kita meletakkan sandal berdampingan kiri dan kanan tetapi ketika kita datang ingin memakai sandal tersebut sudah terpisah jauh.

Apakah boleh saya memakai yang kanan lalu saya berniat untuk mengambil yang kiri ?.

Syaikh mengatakan:”tidak boleh, hendaklah memakai keduanya atau melepas keduanya”.

Kemudian ia bertanya lagi:”Syaikh meskipun cuman satu langkah ?”. Syaikh abdul aziz bin baz mengatakan:

”Berusahalah agar engkau tidak bermaksiat kepada Allah Subhanahu wata’ala meskipun satu langkah”.

3. Bersabar atas takdir  Allah Subhanahu wata’ala

Manusia diperintahkan oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk berusaha. Adapun hasilnya dikembalikan kepada Allah Subhanahu wata’ala sebagai bentuk takdir kepada Allah Subhanahu wata’ala.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here