Terpampang, Tak Ada Lagi Tempat Persembunyian di Hari Akhir

0
379
Ilustrasi alam semesta/Unsplash

Harmantajang.com – Allah berfirman didalam Al-Qur’an:

يَوْمَ تُبَدَّلُ الأرْضُ غَيْرَ الأرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ

“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit”. (QS. Ibrahim: 48).

Dijelaskan dalam hadist Nabi:

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ كَقُرْصَةِ النَّقِيِّ لَيْسَ فِيهَا عَلَمٌ لِأَحَدٍ

“Pada hari kiamat kelak, manusia akan dikumpulkan di bumi yang sangat putih berbentuk bulat pipih dan datar tidak ada tanda (bangunan) milik siapapun di atasnya”. (HR. Bukhari, no. 6521 dan Muslim, no. 2790).

Hikmahnya adalah agar tidak ada lagi yang bisa sembunyi dari Allah karena memang tidak ada tempat persembunyian pada hari tersebut.

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا

“Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka”. (QS. Al-Kahfi: 47).

Pada hari tersebut ada malaikat yang menggiring dan mengawal manusia ditambah lagi ada yang menjadi saksi terhadap apa yang mereka lakukan dulu di dunia termasuk semua yang kita miliki akan menjadi saksi.

Baca Juga: Jangan Pernah Merasa Puas dalam Perkara Ibadah

Seperti anggota tubuh yang terkadang taat dan terkadang bermaksiat akan menjadi saksi. Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”. (QS. Yasin: 65).

Jadi, kulit akan bersaksi bahkan yang dikunci adalah mulut kemudian tangan yang berbicara dan kaki yang menjadi saksi, Allah membuatnya berbicara, jika Allah berkehendak maka tidak ada yang mampu menghalanginya

Sebagaimana Allah menjadikan bayi mampu berbicara yang diluar nalar manusia. Namun jika Allah yang berkehendak maka tidak ada lagi istilah nalar, tidak ada yang mustahil, batu bisa berbicara pada hari kiamat.

Bahkan Nabi pernah mendengar suara tasbih dari makanan yang beliau makan, beliau pernah mendengar suara salam dari pohon yang beliau lewati.

Baca Juga: Bagaimana Hukum Laki-laki Memakai Skincare? (10 Q & A Seputar Islam Part 7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here