Bagaimana Hukum Lafadz Sayyidina dalam Shalawat dan Sholat?

0
40
Ilustrasi seorang sedang sholat/Istock

Harmantajang.com – Sholat merupakan kewajiban bagi setiap orang yang beriman dan dalam sholat ada rukun serta hukumnya tersendiri.

Lantas, apa hukumnya menggunakan sayyidina dalam sholat maupun sholawat, sedangkan kita umat muslim wajib mengagungkan Nabi kita?.

Baca Juga: Ingin Membebaskan Diri dari Api Neraka?, Tunaikan Amalan ini

Jawab:

Betul kita wajib mengagungkan Nabi kita dan menggunakan lafadz sayyidina dalam sholawat tidak mengapa karena Nabi sendiri mengatakan:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آَدَمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ وَلاَ فَخْرَ، وَبِيَدِيْ لِوَاءُ اْلحَمْدِ وَلاَ فَخْرَ، وَ مَا مِنْ نَبِيٍّ يَوْمَئِذٍ آَدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلاَّ تَحْتَ لِوَاءِيْ وَ أَنَا أَوَّلُ مَنْ تَنْشَقُّ عَنْهُ الأَرْضُ وَلاَ فَخْرَ.

“Aku adalah pemimpin anak adam pada hari kiamat dan bukannya sombong, dan di tanganku bendera Al-Hamd dan bukannya sombong, dan tidak ada seorang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun, tidak pula Adam juga yang lainnya ketika itu kecuali semua di bawah benderaku, dan aku orang pertama yang keluar dari tanah/kubur dan bukannya sombong”. (HR. Tirmidzi).

Sayyid itu adalah pemimpin atau penghulu, jadi tidak mengapa selama kita tidak mengangkat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam lebih dari maqamnya sebagai seorang Nabi. Adapun dalam sholat kita mencukupkan diri dengan wirid yang tsabit dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Baca Juga: Diantara Tanda-tanda kebesaran-Nya, Allah Mempertakuti Hamba-Nya (Tafsir QS. Al-Qiyamah ayat 5-8)

Jadi dzikir dan wirid yang diajarkan dalam sholat tidak boleh dikreasi atau ditambahkan sedikitpun kecuali yang dinukil dengan shahih dari Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Adapun diluar sholat jika kita menggunakan lafadz sayyidina ketika kita bersholawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam maka itu tidak mengapa insyaAllah. wallahu A’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here