Mengerikan, Kondisi Seseorang Ketika Berjumpa Sakaratul Maut

0
649
Ilustrasi seorang jenazah/Istock

Harmantajang.com – Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ

“Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)”. (QS. Az Zumar:30).

Dalam ayat lain, Allah Subhanahu wata’ala juga berfirman:

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ ۖ أَفَإِن مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), Maka apabila jikalau mati, Apakah mereka akan kekal?”. (QS. Al-Anbiya: 34).

Kita semua adalah anak-anak dari orang yang telah meninggal dunia, bapak, kakek dan nenek kita telah mendahului kita semua dengan kematian.

Adapun kita masih menunggu kematian yang akan menjemput kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Jibril ‘Alaihissalam untuk menyampaikan wasiat dan peringatan secara khusus kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebagaimana dalam sebuah hadits dari Sahl ibnu Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam At Tabrani Rahimahullah fil mu’jam Rasulullah menyebutkan bahwasanya jibril ‘Alaihissalam datang kepadaku memberi beberapa nasehat dan wasiat: 

“Wahai Muhammad hiduplah semaumu, tapi ingat bahwa akhirnya kamu akan mati. Cintailah siapapun, tapi ingat suatu saat engkau akan berpisah dengan yang engkau cintai itu. Berbuatlah sekehendak hatimu, tapi ingat engkau akan menerima balasannya. Ketahuilah bahwa kemuliaan orang mukmin tergantung pada shalat malamnya dan kemuliaan manusia itu terletak pada tidak bergantungnya pada manusia yang lain”.

Sebelum kematian datang maka ia harus melewati sakaratul maut terlebih dahulu. Perhatikanlah bagaimana kondisi dan keadaan orang-orang sholeh ketika menghadapi sakaratul maut.

Allah Subhanahu wata’ala pernah bertanya kepada Nabi Ibrahim Alaihissalam, kekasih Allah Subhanahu wata’ala dan ia juga merupakan bapak dari seluruh Nabi dan Rasul.

Allah Subhanahu wata’ala pernah bertanya kepadanya tentang kematian yang kemudian dikabarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah Subhanahu wata’ala berkata kepadanya :

Bagaimana engkau mendapatkan kematian wahai Ibrahim”, Nabi Ibrahim menjawab:”Saya mendapati kematian itu Ya Rabb seperti sepotong besi yang diletakkan pada kapas basah yang ditarik dengan paksa”.

Allah Subhanahu wata’ala berkata lagi kepada Ibrahim”Padahal kami telah memudahkan kematian itu untukmu wahai Ibrahim.

Kemudian Allah berkata kepada Nabi Musa Alaihissalam: “Bagaimana engkau merasakan kematian wahai musa Ibnu Imran” Musa menjawab: “Saya mendapati kematian itu seperti se’ekor burung yang dimasukkan kedalam penggorengan yang panas”.

Demikianlah betapa mengerikannya saat seseorang menjumpai sakratul maut. Olehnya, sebelum bertemu dengan kematian hendaknya kita mempersiapkan diri sebaik mungkin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here